jump to navigation

Waktu Belajar November 24, 2008

Posted by adefisika in Me.
trackback

Ada satu pertanyaan yang menggelitik hati ketika mendengar seseorang yang bertanya sekaligus berdiskusi mengenai Kapan waktu terbaik untuk belajar ?, berdasarkan personal yang bertanya berarti jawabannya harus mempunyai dasar yang cukup bisa berimbang untuk didiskusikan. dan inilah jawabannya.Jawabnya adalah setiap saat sewaktu kita hidup, mungkin menurutku itulah jawaban yang tepat. ada beberapa dasar untuk menjawab hal tersebut, beberapa diantaranya adalah :

  1. Definisi belajar adalah mengingat Allah SWT, dan kita diharuskan untuk mengingat Allah SWY setiap saat sesuai dengan dengan firmanNya dalam Al Qur’an QS. Ali Imron [3]:191 yang berarti Orang-orang yang mengingat Allah SWT sambil berdiri dan duduk, atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (semua berkata) : Ya Tuhan kami tiadalah Engkau menciptakan semua ini dengan sis-sia, Mahasuci Engkau maka peliharalah kami dari siksa neraka.
  2. Manusia mempunyai fasilitas pendengaran, penglihatan dan hati sebagai alat untuk memperoleh pengetahuan. berdasarkan pada Q.S. An Nahl[16]:78 “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur.
  3. Berdasarkan hadits, kurang lebih begini bunyinya : Belajarlah sampai ke Negeri China, dan ada lagi yang berbunyi : Belajarlah dari lahir sampai ke liang lahat

Berdasarkan kisah-kisah ilmuwan fisika (maaf yang saya tahu adalah beberapa orang Fisikawan), diantaranya adalah Archimedes, beliau menemukan hukum Archimedes ketika beliau sedang mandi di bathtub dan berfikir mengenai permasalahan mengapa benda bisa tenggelam, mengapung dan melayang di dalam air, Newton menemukan percepatan gravitasi yang merupakan sunnatullah karena dia tertimpa apel dibawah pohon apel dan beberapa cerita yang lainnya.

Definisi belajar sendiri adalah sebuah aktivits (proses) perubahan tingkah laku, yang nampak dalam beberapa kegiatan, seperti membaca buku, kondisi, melihat beberapa kejadian, merasakan sentuhan ibu (ketika masih bayi), merangkum, bertanya dan berlatih, mengerjakan tugas – tugas dan aktivitas lainnya. Dimana dalam pelaksanaannya belajar tersebut tidak terbatas oleh ruang dan waktu (ketika masih hidup).

Sehingga ketika seorang manusia itu melakukan proses belajar tidak harus mempunyai waktu khusus tetapi dalam hidupnya itulah belajar untuk menjadi lebih baik dengan kata lain waktu belajar adalah seumur hidup, nah untuk belajar sesuatu yang khusus misalnya matakuliah berikan sedikit waktu hidup kita untuk itu, kapan waktunya adalah disaat kita semua merasa siap untuk belajar matakuliah tersebut. Sehingga hati, pikiran dan anggota tubuh mau bekerja sama untuk mempelajari matakuliah yang diajarkan di bangku kuliah atau sekolah, dan secara resminya kapan tepatnya belajar dapat kita lakukan adalah kita sendiri yang paling tahu kapan semua anggota tubuh, pikiran dan hati dapat saling bekerjasama. Semoga Bermanfaat

Comments»

1. p2t - November 26, 2008

kayaknya bagus tuh. tp bagi orang awam kayak sy, waktu belajar yg paling bagus itu kalau lagi mood. Soalx bukan otak yg mempengaruhi organ tubuh yg lain, tapi hati pak’de. kalau sakit hati, hemm nda ada kerjaan yg jadi. bener nda. klo bisa muat juga tuh cara cepat menyembuhkan sakit hati. bukan patah hati lho!!!

2. ade - November 27, 2008

finta, makasih komennya, “Bener klo lagi belajar, jangan pernah patah hati”

3. someone - November 28, 2008

……. dan secara resminya kapan tepatnya belajar dapat kita lakukan adalah kita sendiri yang paling tahu kapan semua anggota tubuh, pikiran dan hati dapat saling bekerjasama …

Aku setuju kutipan di atas, tapi kalo menunggu itu semua kayak’e sulit juga (teori kali). Menurutku yang lebih pas adalah:

“……. dan secara resminya kapan tepatnya belajar dapat kita lakukan adalah kita sendiri yang paling tahu kapan semua anggota tubuh, pikiran dan hati (DIPAKSAKAN dan kadang memang harus dipaksakan) dapat saling bekerjasama …”

4. adefisika - December 4, 2008

wah saya sepakat juga mbak, proses semua anggota tubuh, pikiran dan hati dapat saling bekerjasama. maka berdasarkan hal tersebut maka perlu adanya PROSES menuju hal tersebut adalah dengan MEMAKSA diri kita untuk SADAR.
Karena menuju perubahan yang besar pasti diperlukan ENERGI yang besar pada AWALNYA dan lebih konstan lagi untuk MENJAGA agar tetap dan SELALU dari semua anggota tubuh, pikiran dan hati dapat saling bekerjasama

5. irna - February 19, 2009

sepakat banget, memang belajar itu butuh hati fikiran dan badan yang siap konsentrasi. itulah salah satu permaalahanku dlm belajar. ktk sy belajar 3 hal itu sering tidak terpenuhi. sptinya sy sering belajr tapi kok gak masuk-masuk

adefisika - May 10, 2011

ah Bu Irna ini bisa aja merendah, malah saya yang harus lebih banyak belajar kepada ibu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: