jump to navigation

DOA KORBAN September 30, 2008

Posted by adefisika in Me.
trackback

Oleh : Emha Ainun Nadjib

Jika Engkau izinkan, Ya Tuhan, perkenankan kami menagih janjiMu
Bahwa bagi hamba-hambaMu yang dilemahkan dimuka bumi
Yang dimiskinkan, yang dijarah, yang dibakar, yang diperkosa
Yang diperhinakan, yang diperas air mata darahnya
Serta yang dimusnahkan hak-hak hidupnya
Engkau berjanji akan menjadikan mereka pewaris kekuatan-Mu
Dan akan Engkau angkat menjadi pemimpin bumi
Di bawah perlindungan dan pembelaan-Mu

Cucilah hati perusuh, ya Tuhan
Agar mereka meminta maaf kepada siapapun yang dirusuhinya
Karena jika para korban kerusuhan tidak memaafkan meraka
Engkaupun tidak pernah mengampuni para perusuh itu

Bersihkan jiwa perusak, ya Tuhan
Agar meminta maaf kepada siapapun yang dirusaknya
Karena jika para korban perusakan tidak memaafkan mereka
Engkaupun tak punya alasan untuk tidak menerakakan mereka

Taburkan hidayah-Mu kepada para penjarah, ya Tuhan
Agar meminta maaf kepada siapapun yang dijarahnya
Karena jika para korban penjarahan tidak memaafkan mereka
Engkaupun pasti menolak kehadiran mereka di sorga-Mu

Tamparlah kehidupan para pembakar, ya Tuhan
Agar mereka meminta maaf kepada siapapun yang dibakarnya
Karena jika para korban pembakaran tak memaafkan mereka
Engkaupun tak akan membatalkan siksaan-Mu kepada para pembakar itu

Sembuhkan peringatan keras-Mu, ya Tuhan
Kepada perasaan para pemerkosa
Kepada nurani mereka yang memerintahkan pemerkosaan
Kepada sanubari mereka yang memancing kerusuhan
Kepada kalbu mereka yang menskenario pembunuhan
Kepada jiwa mereka yang merusak negara dengan nafsu kekuasaan golongan
Kepada akal para penikam dari belakang punggung manusia
Kepada moral pendusta orang kecil
Kepada para penjual nama suci rakyat
Kepada siapapun saja yang berbuat makar kepada prinsip-prinsip nilai-Mu
Demonstrasikan kekuatan dan ketegasan-Mu, ya Tuhan
Patahkan kaki kelaliman mereka
Lumpuhkan tangan kebrutalan mereka
Bayarkan pertalian organisasi mereka
Batalkan target-target kecurangan mereka
Luluhlantakkan pedang dan peluru mereka
Lenyapkan dengan kegaiban-Mu pisau kelicikan mereka
Kacaubalaukan perkumpulan bau busuk mereka

Ya Tuhan setankah para perusuh itu ?
Jika ya, kami tak berdoa apa-apa
Namun jika mereka manusia, usirlah setan itu dari ruh mereka
Agar kami bisa menunggu mereka untuk kembali bermesraan bersama

Ya Tuhan ibliskah para perusak, para penjarah, para pembunuh dan para pemerkosa itu ?
Jika ya, kami tinggal bersabar menunggu kearifan dan sorga-Mu
Namun jika mereka manusia, hardiklah iblis yang merasuki mereka mereka
Karena kami senantiasa menanti semua saudara sesama manusia dengan kasih sayang dan kejujuran

Ya Tuhan, dajjalkah mereka para perusak itu ?
Baik perusak yang hadir dihadapan kami
Yang menjarah toko dan rumah kami
Yang datang, mengambil dan melenyapkan kami
Yang muncul bagai banjir api yang menghancurkan kehidupan kami
Maupun para perusak dibalik layar
Yang kami tak bisa menatap wajah mereka
Yang merancang segala kekacauan ini tanpa media-media menginformasikannya
Yang menguasai lapangan tanpa para penghuni lapangan itu mengetahui mereka
Yang mengatur segala kerusakan itu secara demikian canggihnya, sehingga kamera kaum wartawanpun tak sanggup menentukan fokusnya
Yang merusakkan cahaya dan menjelmakannya menjadi kegelapan
Sehingga orang keliru melihat siapa pahlawan dan siapa pengkhianat
Sehingga orang menjunjung-junjung maling dan menginjak-injak para pecinta

Dajjalkah mereka ya Tuhan ?
Mereka yang membalik bumi menjadi langit dan kemudian membenturkannya
Mereka yang membalik timur menjadi barat dan kemudian mempertentangkannya
Mereka yang membalik atas dan bawah kemudian menabrakkannya
Mereka memancing perpecahan diantara saudara-saudara sesama manusia, yang mencurangi sejarah untuk mengambil alih kekuasaannya
Mereka yang memanipulasikan nama-Mu untuk menggantikan kedudukan-Mu
Ya Tuhan, ya Tuhan
Dajjalkah mereka ?
Kalau ya, siapakah yang sanggup melindungi kami selain Engkau ?
Siapakah yang membela kami dari kelemahan dan keterdesakan kecuali Engkau ?
Tetapi kalau mereka manusia biasa, ya Tuhan
Kenapa tak Engkau sandera mereka dengan kedahsyatan kasih sayang-Mu
Agar mereka menjadi saudara kami yang berjanji untuk saling memberi dan melindungi ?

Jakarta, 1 Agustus 1998

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: