jump to navigation

Membangun Jiwa Pemimpin Berlandaskan Prinsip (Bag.1) August 20, 2008

Posted by adefisika in my experience.
trackback

“Setiap dari kamu adalah pemimpin
dan setiap pemimpin akan mempertanggungjawabkan kepemimpinannya”  (Al-Hadist)

Mungkin kita akan bertanya-tanya, lho koq semua orang bisa menjadi pemimpin ??? apakah kita bisa bisa menjadi seorang pemimpin ??, mari kita bedakan beberapa istilah antara pemimpin, pimpinan dan kepemimpinan.

  • Pimpinan, adalah seseorang yang menempati jabatan tertentu.
  • Pemimpin, adalah seseorang yang mampu mengarahkan orang lain kepada tujuan tertentu.
  • Kepemimpinan, adalah kemampuan atau keterampilan seseorang untuk mengarahkan orang lain kepada tujuan tertentu

Dari beberapa definisi diatas maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa pemimpin # pimpinan. ada pertanyaan Lho kalau kepala sekolah, kepala dinas, kepala perusahaan, gubernur itu apakah bukan seorang pemimpin ? jawabannya bukan, karena mereka adalah nama jabatan saja, akan tetapi orang yang menjabat jabatan tersebut mempunyai sifat kepemimpinan tertentu untuk mencapai tujuan tertentu sehingga orang-orang tersebut akan menjadi pemimpin baik bagi orang lain terlebih dirinya sendiri.

Oleh karena itu, berdasarkan hadits tersebut maka setiap manusia adalah pemimpin, maka kita semua adalah pemimpin minimal bagi kebaikan diri sendiri, kakak memimpin adiknya, ibu memimpin anak-anaknya, dan ayah memimpin seluruh anggota keluarga.

Kita tidak akan bisa memimpin tingkatan publik (selain diri sendiri) sebelum memiliki kemampuan memimpin dalam tingkatan pribadi. Untuk itu kita harus membangun pondasi yang kuat mulai dari tingkat pribadi, lalu meningkat secara bertahap. Ada 4 tingkatan kepemimpinan yang biasa dijumpai dalam masyarakat, (kalau tidak percaya coba saja lihat dan cermati sendiri)

  1. Kepemimpinan pribadi tumbuh dari sifat layak dipercaya. Untuk memimpin orang lain secara efektif, pertama-tama Anda harus mampu secara efektif memimpin diri sendiri sampai kita dapat menunjukkan sifat layak dipercaya baik oleh diri sendiri maupun orang lain.
  2. Kepemimpinan antar-pribadi dibangun berdasarkan kepercayaan. Sedangkan kepercayaan, akan menumbuhkan hubungan antar manusia yang kuat, muncul dari orang-orang yang layak dipercaya.
  3. Kepemimpinan manajerial merupakan fase setelah kepercayaan dibangun, secara lebih meyakinkan Anda dapat memberdayakan orang lain maupun kelompok di dalam organisasi.
  4. Kepemimpinan organisasional terwujud bersama orang-orang yang sudah diberdayakan sehingga organisasi dapat menyelaraskan sistem dan struktur agar lebih sesuai denan misi dan strategi organisasi guna merealisasikan visi atau tujuan organisasi yang lebih tinggi.

Selanjutnya bagaimana cara untuk membangun pondasi kepemimpinan itu ……

Comments»

1. rikki saing - March 2, 2011

bagaimana caranya atau tip mnjadi pemimpin dlm organisasi jika seseorng itu sibuk dgn kuliah dan pekerajaan??

adefisika - March 3, 2011

mas rikki untuk menjadi pemimin dalam organisasi itu tidaklah mudah, harus dapat meuangkan waktu utk organisasi, sehingga mas harus dapat menjadi pemimpin bagi diri sendiri agar kuliah dan pekerjaan tetap jalan. Setelah itu mas riki dapat memimpin organisasi dengan 4 gaya kepemimpinan tersebut, pertimbangkan wktu dan kapan mengunakannya, sehingga senuanya akan memuaskan untuk kebaikan organisasi.
semoga dapat membantu

2. musri - June 23, 2011

gm carany menghadapi pemimpin yang otoriter… apakh pemimpin harus dgn cara yang keras dalam mendidik anak buahny?

adefisika - June 25, 2011

mas musri, cara kepemimpinan itu ada beberapa macam, termasuk otoriter. Beberapa tipe ini dapat dilakukan pada beberapa orang yang berbeda, karena tidak semua orang bisa dipengaruhi dengan lemah lembut, ada juga yang dipengaruhi dengan cara keras, ada juga dengan cara memuji, ada yang harus terus terang, ada yang tertutup tapi dengan cara dipuji atau sindiran yang berupa pujian. Jadi pengukuran dari tipe kepemimpinan ini akan dilihat dari hasil pengaruh yang diberikan, sesuai dengan pengaruh atau tidak ataupun berada diantaranya.
Biasanya kepemimpinan model otoriter akan diterjemahkan orang dengan ancaman, sehingga akan berbuah kebencian. dan untuk menghadapi kepemimpinan model ini anda harus dapat “menjadi” (menguasasi) 3 bentuk kepemimpinan dasar yaitu pribadi, antar pribadi dan manajerial. Sehingga ketika banyak pekerjaan yang diamanahkan kepada anda selesai dengan baik maka secara otomatis mas musri akan dapat berkomunikasi dengan lebih “dekat” kepada pimpinan anda. sehingga pada suatu saat pimpinan anda tidak perlu menggunakan otoriter sebagai cara kepemimpinan kepada anda. Intinya “buktikan dengan karya nyata” bahwa anda tidak perlu dipimpin dengan otoriter agar hasil pengaruh yang diberikan maksimal (sesuai dengan harapan). Semoga berhasil mas musri.

3. fahrielhusaini - April 2, 2012

Bung ade bagaimana cara saya meningkatkan kepercayaan diri karena saya sadar sekarang saya dalam sebuah organisasi yang besar didaerah saya… bagaimana saya meningkatan kepercayaan diri agar saya bisa menjadi pemimpin sejati

adefisika - October 9, 2014

sebenarnya kesejatian adalah milik Yang Maha Esa saja, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat memimpin dirinya sendiri dengan baik sehingga semua aspek dalam kehidupannya dalam kondisi optimal serta orang-orang yang terkoneksi dengannya menjadi tenang dan berusaha untuk menjadi baik


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: