Kerendahan Hati …
oleh Taufiq Ismail
“ Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
jadilah saja belukar
tetapi belukar yang tumbuh di tepi danau ……..”
“ Kalau engkau tak sanggup jadi belukar
jadilah saja rumput
tetapi rumput yang memperkuat jalan……..”
“ Kalau engkau tak jadi jalan raya
jadilah saja jalan kecil
tetapi jalan setapak yang membawa orang ke mata air…….”
“ Tidak semua orang menjadi kapten
tentu ada awak kapalnya……. “
“ Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya dirimu
tetapi amalan dan perbuatanmu
oleh karena itu
Jadilah saja dirimu
Sebaik-baik dari dirimu sendiri …….”
halloooo mas ade….
saya sempat baca judul publikasi ilmiah anda tentang pengukur kadar air biji-bijian…
saya mau tanya sensor apa yang dipakai untuk alat pengukur ini, bagaimana cara kerjanya. trus kalo boleh saya mau minta materinya… thanks
halloo juga mas anky
pengukur kadar air itu mengunakan sensor kapasitan yang dibuat sendiri serta dikalibrasi dengan sensor kadar air di BPSB Jawa Timur di Surabaya
berdasarkan prinsip fisika maka kadar air akan sebanding dengan nilai dielektrik dari kapasitor dan sedikit perhitungan yang rumit. (untuk lebih lengkap mengenai jurnal ini hubungi pengelola jurnal flux di fisika fmipa universitas lambung mangkurat)
dan setelah nilai kapasitansi diketahui maka nilai tersebut ditampilkan di LCD dengan mikrokontroler.
semoga bermanfaat.
lOh komenya koq beda ama tulisannya
ini mas anky yang tanya-tanya untuk tugas akhir, memang beda dengan artikelnya, untuk mas anky untuk komunikasi lebih lanjut pake saja alamat email saya di : adefisika@yahoo.com
assalamu’alaikum
pa kabar??
wa alaikum salam, In, alhamdulillah baik, gimana kabarmu ?
wach bagus bnget ya psnya,smg yng lht g’ bsen.
Terimakasih mas rudi, maaf agak terlambat approvenya
buat yang bca coment ade g’ usah hiraukany,g’ d sngkut pautnya.