jump to navigation

Fokus fokus fokus dengan peta pikiran (mind mapping) July 1, 2009

Posted by adefisika in Me.
trackback

Manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan segala perlengkapannya, sehingga manusia adalah sempurnanya makhluk ciptaanNya. Pada dasarnya yang paling penting dari bagian manusia adalah akal dan hati (perasaan) yang semuanya termaktub dalam satu organ yang bernama otak.

Otak dibagi menjadi 2 bagian besar yaitu otak kanan dan otak kiri. Kedua otak ini saling berfungsi melengkapi jatidiri manusia dalam menganalisa suatu permasalahan, dan masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda-beda dan secara umum dapat saya katakan untuk otak kanan bertugas untuk semua hal-hal yang berhubungan dengan emosi manusia, selanjutnya yang kiri berfungsi untuk menganalisa hal-hal yang bernuansa logika. Dan pertimbangan analisa permasalahan yang telah dianalisa oleh kedua otak akan dilakukan oleh hati dan akhirnya manusia akan memutuskan sesuatu berdasarkan analisa dan pertimbangan tersebut.

Keputusan manusia untuk melakukan proses belajar juga merupakan salah satu bentuk hasilnya. Belajar yang baik dapat dilakukan apabila seseorang memutuskan untuk belajar dengan beberapa pertimbangan yang dapat dibaca pada tulisan saya yang terdahulu, Waktu Belajar, dimana hati, pikiran dan anggota tubuh manusia mau bekerja sama untuk belajar. Bobbi de Porter dan Hernacki mengatakan suatu penelitian yang mengkaji bagaimana otak mengatur informasi yang ada yaitu, adanya hubungan antara keterlibatan emosi, memori jangka panjang dan belajar.

Proses belajar terkadang terganggu oleh ketidakfokusan kita dalam menganalisa suatu permasalahan yang disebabkan karena hati, pikiran dan tubuh tidak dapat bekerjasama. Hal ini dapat diatasi dengan beberapa metode, dan salah satunya adalah peta pikiran (mind mapping) oleh Toni Buzan yang berusaha untuk menyeimbangkan fungsi akal dan emosi manusia, sehingga diharapkan selama beberapa waktu kita dapat mempertahankan fokus dalam menganalisa permasalahan.selain itu Teti Rostikawati mengatakan bahwa teknik peta pikiran (mind mapping) memiliki manfaat yang sangat baik untuk meningkatkan potensi akademis (prestasi belajar) maupun potensi kreatif yang terdapat dalam diri siswa.
Tony Buzan mengusulkan menggunakan struktur dasar Pemetaan Pikiran sebagai berikut :

  • Mulai dari tengah dengan gambar Tema, gunakan minimal 3 warna.
  • Gunakan gambar, simbol, kode, dan dimensi diseluruh Peta Pikiran yang dibuat.
  • Pilih kata kunci dan tulis dengan huruf besar atau kecil .
  • Tiap kata/gambar harus sendiri dan mempunyai garis sendiri.
  • Garis-garis itu saling dikaitkan, mulai dari tengah yaitu gambar Tema Utama. Garis bagian tengah tebal, organis, dan mengalir dari pusat keluar, menjulur seperti akar, atau pancaran cahaya.
  • Buat garis sama panjangnya dengan gambar/kata.
  • Gunakan warna – kode rahasia sendiri di peta pikiran yang dibuat.
  • Kembangkan gaya penuturan, penekanan tertentu, dan penampilan khas di Peta Pikiran yang dibuat. Jadi peta pikiran setiap orang tidak harus sama, meskipun tema yang dibahas sama.
  • Gunakan kaidah asosiasi di peta pikiran yang dibuat.
  • Biarkan peta pikiran itu jelas, menggunakan hirarki yang runtun, urutan yang jelas dengan jangkauan sampai ke cabang-cabang paling ujung.

Peta pikiran adalah suatu peta konsep permasalahan yang berisi tulisan, gambar dan simbol-simbol yang dapat kita buat sendiri menurut yang kita sukai. dan kurang lebih bentuknya seperti berikut ini (dibuat dengan menggunakan perangkat lunak bebas freemind)

XCOM

Beberapa penerapan praktis pemetaan pikiran diulas oleh Joyce Wycoff dalam buku “Menjadi Superkreatif Dengan Pemetaan Pikiran”. Delapan manfaat pemetaan pikiran yang dijelaskan oleh Wycoff untuk pengembangan diri antara lain:

  • Pertama, dalam bidang penulisan.
  • Kedua, bidang manajemen projek.
  • Ketiga, untuk memperkaya kegiatan curah gagasan.
  • Keempat, untuk mengefektifkan rapat.
  • Kelima, menyusun daftar tugas.
  • Keenam, melakukan presentasi yang dinamis.
  • Ketujuh, membuat catatan yang memberdayakan diri.
  • Kedelapan, untuk mengenali diri.

Setelah membaca tulisan ini saudara saya persilahkan untuk mempertimbangkan dan memilih metode yang terbaik dalam mencatat dan mengungkapkan permasalahan anda, sesuai dengan kemampuan saudara. Karena metode ini merupakan salah satu metode yang mudah dan dapat digunakan oleh siswa, mahasiswa, peneliti dan orang yang memerlukannya.

Referensi :
Porter. De Bobbi dan Hernacki. 1999. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Kaifa : Bandung.

http://id.wikipedia.org/wiki/Pemetaan_pikiran

http://fkip-unpak.org/teti.htm

About these ads

Comments»

1. dewanggapradhana - November 30, 2009

oke bwat referensi…
tak catet

adefisika - December 3, 2009

Silahkan mas dewa, aplikasi ini bersifat open source sehingga bebas digunakan oleh siapa saja tanpa mengubah nama pembuatnya

2. alan kepler - January 14, 2012

Terkadang masih bingung pak, cara fokus yang baik dan benar. Soalnya terkadang masih bercabang-cabang pikiran.

adefisika - January 15, 2012

ini adalah salah satu cara untuk membantu memfokuskan fikiran, yang dimulai dengan membuat tema besarnya kemudian disusun oleh tema pendukung yang lebih kecil. Nah agar kita tidak terlalu terganggu dengan pikiran kita yang lain dalam mengerjakan sesuatu, tentunya salah satu yang dapat kita lakukan adalah selalu berlatih dan berlatih untuk selalu fokus….selamat berlatih mas alan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: